"It's not your intelligence, but your attitude which are going to lift you in life."
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

TITIK PUSAT LOGIKA

Kata logika bagi kita tidak asing lagi di telinga kita, ada yang menyebutnya berpikir logis, perhitungan logis, maupun keadaan logis. Semuanya itu memang ada kaitannya, tetapi dalam hal ini logika sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Dalam perkembangannya, logika sebagai salah satu cabang dari filsafat berkembang membentuk sebuah ilmu, yang dikenal ilmu logika. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

Namun, apa yang menjadi titik pusat logika itu sendiri? Sebelum memasuki bahasan mengenai hal itu ada baiknya untuk mengenal dasar logika. Dasar penalaran dalam  logika ada dua, yakni deduktif dan induktif.

Penalaran deduktif, kadang disebut logika deduktif, adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.
Contoh argumen deduktif:
1.    Setiap mamalia punya sebuah jantung
2.    Semua kuda adalah mamalia
Jadi, setiap kuda punya sebuah jantung

Penalaran induktif, kadang disebut logika induktif, adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif:
1.    Kuda Sumba punya sebuah jantung
2.    Kuda Australia punya sebuah jantung
3.    Kuda Amerika punya sebuah jantung
4.    Kuda Inggris punya sebuah jantung
5.    ...
Jadi, setiap kuda punya sebuah jantung

Dari kedua dasar penalaran logika itu, ternyata di dalamnya ada sebuah konsep metodis yang membawa pikiran manusia ke dalam hubungan yang logis, akni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Inilah yang dinamakan titik pusat logika atau inti dari logika. Yang menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya.

Adapun kegunaan dari logika itu sendiri, diantaranya :
1.    Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2.    Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3.    Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4.    Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5.    Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
6.    Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
7.    Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )
8.   Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Logika

WHAT AGE IS THE SUN?

The question of when sun goes out is a difficult question to answer with certainty, especially if it must prove its truth.


But just as human curiosity to know how old the earth or when the formation of this earth, then the expert wits to try to estimate when the sun goes out.

As has been explained in advance, that the sun will be extinguished when the sun thermonuklir reaction has stopped. When the sun goes out, then life on earth will stop. Have been able to prove empirically that there are stars shining brightly at first, but then the more its light dimmed and finally extinguished. This situation has been recorded by the hubble space telescope. On this basis it can be just the sun at some point will be extinguished.

A German physicist, Hermann von Helmholtz, in the year 1825 turned out to observe the development of the solar diameter of sun each year shrank 85 m. If Helmholtz's observations is true, then the calculation of depreciation based on the diameter of the sun, the age of the sun will only last for up to 25,000,000 20,000,000 years from the sun experienced shrinkage.

For that period, Helmholtz's theory is quite satisfactory to the scientists, before finally aborted by thermonuklir reaction theories that persist to this day.

On the basis of theory, of course thermonuklir Helmholtz theory to be incorrect, because in fact the sun has been shining since the order of 5,000,000,000 years ago or even more than that, an age that exceeds the estimate of Helmholtz.

Thermonuklir reaction proposed by Hans Bethe as has been described above, in fact similar to conventional chemical reactions in the sense that the reaction can still be going on during still available elements or reactants which cause the reaction process thermonuklir.

In thermonuklir reaction occurring in the sun, as the main reactant is hydrogen gas. Astronomy and astrophysics experts argue that with increasing age of the sun, hence the use of hydrogen for reaction thermonuklir in order to get a very, very hot energy grew older.

In this event the energy generated by the reaction thermonuklir also increased, so that the radiant energy emitted by the sun also grew. This also means the temperature of the earth's atmosphere will rise and the earth will be felt more and more heat.

If the opinion of the experts of astronomy and astrophysics is correct, ie with increasing age of the sun will make the supply of hydrogen gas on the solar surface is reduced, then it is clear that sooner or later the sun will eventually be extinguished.

Based on this theory of solar radiation energy is estimated to still be able to survive for a period of approximately 10,000,000,000 years, after the sun goes out.

An example of a star is currently in the process leading to the situation goes out, has the image can be recorded by the Space Telescope Hublle. This empirically shows the possibility that the same could happen to our sun.

But what will happen before 10,000,000,000. year? 


In theory the way to the time of 10,000,000,000. , the temperature of the earth's atmosphere will keep rising due to energy radiation coming from the sun to get hot. This situation will cause the ice in the north and south poles will melt resulting in tenggelammnya some land or shoreline shifts landward. Cities that are on the beach will be drowned. This is just the beginning of a disaster for human life on this earth. The next disaster is to evaporate all the water existing on earth, because the temperature of the earth's atmosphere the more heat that ultimately there is no water on this earth. Earth dried completely without water and hot temperatures cause the termination of life on this earth. This situation occurs near the time approached 10,000,000,000 years to come.

At the time the sun runs out of hydrogen gas reactants, the reaction thermonuklir really going to quit and this means that the sun goes out. The sun has gone out of this will dim; into small icy planet called "White Dwarfs" or the white dwarf is not the sun again!

Example of a star or planet that has become a "white dwarfs" in the universe is quite a lot, one of the stars on the planet is currently heading the death as recorded by the Hubble Space Telescope.

Once again, these circumstances will occur 10,000,000,000 years to come. Description This is an answer to the question of when in the sun thermonuklir reaction stops or the sun goes out.

Source :

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=67470

WEIRD SHARK FROM WATERS OF TOKYO BAY

On January 25, 2007, a rare goblin shark caught by fishermen in the bay of Tokyo. This living fossil died 2 days later. With the head of a strange and scary teeth, this fish has attracted attention of scientists from around the world. Here's a brief history of these mysterious ancient sharks.



Only a few of which can be known from this monster that is usually only stay in the oceans. Goblin shark named scientific Mitsukurina owstoni is an ancient shark that were previously considered extinct. He can instantly recognizable from the shape of his head which has a long bulge out from the forehead. Besides the scary teeth adorn his mouth. Goblin sharks can grow up to 3.3 meters long and weighing 159 kg.


This shark is generally found only in the deep ocean, far below the sunlight, more than 200 meters below sea level. They can be found in the waters around the world, from Australia to the Gulf of Mexico. But those who know them mainly from Japanese waters, a place where modern science to find them for the first time.

The first discovery of these sharks can be traced to the year 1898, when one specimen was caught in the Sagami Sea, near Yokohama, Japan. It is estimated there are about 24 species associated with these sharks. Japan's scientific name is smelly, Mitsukurina owstoni, was first given by David Jordan who received the first specimen of this fish from a zoologist named Kakichi Mitsukuri Uiversitas Tokyo. While owstoni name of respect for a collector named Alan Owston wild creatures who also obtained this fish from a Japanese fisherman. 
 

Source :

http://www.forumkami.com/forum/aneh-tapi-nyata/14297-hiu-aneh-dari-perairan-teluk-tokyo.html

 

Genetic engineering is a series of techniques to isolate, modify, reproduce, and recombining genes from different organisms. According to scientists in molecular biology, Mae Wan Hoo, in his book, these techniques allow transfer of genes between different species is impossible kimpoi each other naturally, such as fish genes inserted into tomatoes and human genes transferred to the sheep.



This technology is designed to break the barriers between species and weaken the defense mechanism of the species. Genetic engineering of plants and animals began in the mid-1970s that triggered the discovery of several key techniques in genetics molecular method.
This mutant fish is a research professor at the University of Rhode Island, Mr. Terry Bradley. By genetically modifying the trout, this mutant has a muscle mass between 15-20% higher than the standard fish.

Connect again to the mutant fish that, as for the study of them by blocking myostatin, a protein that slows growth. They inject thousands of trout eggs with various types of DNA that inhibit myostatin workrate.

The positive effects of the results of this research is commercially, with the result that more fish meat, but without increasing the cost of fish feed.

America is very diligent about transgenic research, from the plants until the animal. It's commercial, transgenic products is very profitable results. However, in health, remains a question mark if it is safe to consume GM products? Agan still remember it as the case of soybeans imported from the United States that proved to be transgenic soybeans?

Sure, as long as there has been no scientific reports in Indonesia that prove about the dangers of GMO products, other than an allergic reaction (This product has been withdrawn from the market). Thus, until recently, transgenic products are still suitable for consumption. However, it is recognized that the publicity about the risks of transgenic food products to humans, is still very small. Whereas the negative effects of consumption may actually have a lot of GM products in the community just not a lot of data that prove it.


Source :


http://nemoto911.blogspot.com/2010/03/ikan-aneh-bertubuh-besar-hasil.html

KEBUDAYAAN DAN KESENIAN JAWA TIMUR

Sejarah Kesenian Jawa Timur

1) Jaman Peralihan

Pada seni bangunannya sudah meperlihatkan tanda – tanda gaya seni jawa timur seperti tampak pada Candi Belahan yaitu pada perubahan kaki candi yang bertingkat dan atapnya yang makin tinggi. Kemudian pada seni patungnya dudah tidak lagi memperlihatkan tradisi India, tetapi sudah diterapkan proposisi Indonesia seperti pada patung Airlangga

2) Jaman Singasari

Pada seni bangunannya sudah benar – benar meperlihatkan gaya seni Jawa Timur baik pada struktur candi maupun pada hiasannya, contohnya: candi singosari, candi kidal, dan candi jago. Seni patungnya bergaya Klasisistis yang bertolak dari gaya seni Jawa Tengah, hanya seni patung singosari lebih lebih halus pahatannya dan lebih kaya dengan hiasan contohnya patung Prajnaparamita, Bhairawa dan Ganesha.

3) Jaman Majapahit

Candi – candi Majapahit sebagian besar sudah tidak utuh lagi karena terbuat dari batu bata, perbedaan dengan candi di Jawa Tengah yang terbuat dari batu kali / andhesit peninggalan candinya: kelompok candi Penataran, Candi Bajangratu, candi Surowono, candi Triwulan dll

Budaya dan adat istiadat

Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini. Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini. Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.

Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.


Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang berlaku secara nasional, namun demikian Bahasa Jawa dituturkan oleh sebagian besar Suku Jawa. Bahasa Jawa yang dituturkan di Jawa Timur memiliki beberapa dialek/logat. Di daerah Mataraman (eks-Karesidenan Madiun dan Kediri), Bahasa Jawa yang dituturkan hampir sama dengan Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di daerah pesisir utara bagian barat (Tuban dan Bojonegoro), dialek Bahasa Jawa yang dituturkan mirip dengan yang dituturkan di daerah Blora-Rembang di Jawa Tengah.  Dialek Bahasa Jawa di bagian tengah dan timur dikenal dengan Bahasa Jawa Timuran, yang dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa Jawa Timuran adalah egaliter, blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan bahasa layaknya Bahasa Jawa Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. Namun demikian, penutur bahasa ini dikenal cukup fanatik dan bangga dengan bahasanya, bahkan merasa lebih akrab. Bahasa Jawa Dialek Surabaya dikenal dengan Boso Suroboyoan. Dialek Bahasa Jawa di Malang umumnya hampir sama dengan Dialek Surabaya, hanya saja ada beberapa kata yang diucapkan terbalik, misalnya mobil diucapkan libom, dan polisi diucapkan silup; ini dikenal sebagai Boso Walikan. Saat ini Bahasa Jawa merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan di sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Bahasa Madura dituturkan oleh Suku Madura di Madura maupun dimanapun mereka tinggal. Bahasa Madura juga dikenal tingkatan bahasa seperti halnya Bahasa Jawa, yaitu enja-iya (bahasa kasar), engghi-enten (bahasa tengahan), dan engghi-bhunten (bahasa halus). Dialek Sumenep dipandang sebagai dialek yang paling halus, sehingga dijadikan bahasa standar yang diajarkan di sekolah. Di daerah Tapal Kuda, sebagian penduduk menuturkan dalam dua bahasa: Bahasa Jawa dan Bahasa Madura. Kawasan kepulauan di sebelah timur Pulau Madura menggunakan Bahasa Madura dengan dialek tersendiri, bahkan dalam beberapa hal tidak dimengerti oleh penutur Bahasa Madura di Pulau Madura (mutually unintellegible).
Suku Osing di Banyuwangi menuturkan Bahasa Osing. Bahasa Tengger, bahasa sehari-hari yang digunakan oleh Suku Tengger, dianggap lebih dekat dengan Bahasa Jawa Kuna.


Kesenian dan Budaya Jawa Timur

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.

Reog yang sempat diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi ikon kesenian Jawa Timur. Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai unsur-unsur gaib. Seni terkenal Jawa Timur lainnya antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timuran, topeng dalang di Madura, dan besutan. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak dan wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain Damarwulan dan Angling Darma.

Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Seni tari klasik antara lain tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, dan kelana.

a.    Seni Tari

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.

b.    Musik

Musik tradisional Jawa Timur hampir sama dengan musik gamelan Jawa Tengah seperti Macam laras (tangga nada) yang digunakan yaitu gamelan berlaras pelog dan berlaras slendro. Nama-nama gamelan yang ada misalnya ; gamelan kodok ngorek, gamelan munggang, gamelan sekaten, dan gamelan gede.
Kini gamelan dipergunakan untuk mengiringi bermacam acara, seperti; mengiringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari-tarian, upacara sekaten, perkawinan, khitanan, keagaman, dan bahkan kenegaraan.Di Madura musik gamelan yang ada disebut Gamelan Sandur.

c.    Rumah adat

Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur umumnya memiliki bentuk joglo , bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.
Jawa memiliki berbagai keindahan budaya dan seni yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakatnya. berbagai seni tradisi dan budaya tertuang dalam karya karya pusaka masyarakat jawa seperti batik, rumah joglo, keris dan gamelan. karya pusaka seni dan budaya jawa seperti diatas sangat populer dan mendapatkan tempatnya sendiri di hati msyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke yogyakarta. Menginginkan suasana jawa dengan rumah joglonya dapat dilakukan dengan berwisata adat dan budaya di yogyakarta. sekarang ini telah muncul banyak pilihan berwisata yang menawarkan sifat dan budaya lokal yang tercover dalam desa wisata. Anda tentunya akan dapat menikmati suasana seperti masyarakat jawa sesungguhnya karenan memang desa desawisata telah dipadukan dengan kearifan lokal yang patut anda kunjungi. Selamat berwisata ke jogja…

d.    Pakaian adat

Pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur

e.    Kerajinan tangan

Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.

f.    Perkawinan

Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.

      g.    Festival Bandeng

Festival Bandeng selalu digelar setiap tahun. Namun, ada yang berbeda dalam perayaan tahun ini. Kegiatan tersebut tidak dibarengi dengan acara lelang (menjual dengan harga tawar yang paling tinggi) bandeng kawak yang sudah menjadi tradisi masyarakat Sidoarjo.
Kurang biaya dan bencana lumpur Sidorjo menjadi penyebab lelang itu dihilangkan. Walaupun tidak ada lelang, kegiatan tersebut diharapkan bisa mendorong petani untuk tetap membudidayakan ikan bandeng dengan bobot tak wajar alias raksasa.
Pemkab Sidoarjo sangat memperhatikan pelestarian bandeng karena ikan itu adalah ikon utama Kabupaten Sidoarjo.
Festival yang juga bertujuan melestarikan budaya tradisional tahunan masyarakat Sidoarjo itu diikuti empat peserta petambak di Kabupaten Sidoarjo. Peserta berlomba menunjukkan hasil tambak berupa bandeng yang paling sehat dan terbaik.

       h.  Upacara Kasodo

Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo ini merupakan ritual yang dilakukan setahun sekali untuk menghormati Gunung Brahma (Bromo) yang dianggap suci oleh penduduk suku Tengger.
Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara ini diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

        i.  Parikan

Ada tiga jenis parikan di dalam ludruk pada saat bedayan (bagian awal permainan ludruk). Ketiga jenis parikan tersebut adalah lamba (parikan panjang yang berisi pesan), kecrehan (parikan pendek yang kadang-kadang berfungsi menggojlok orang) dan dangdutan (pantun yang bisa berisi kisah-kisah kocak).

       j.  Ketoprak

Ketoprak (bahasa Jawa kethoprak) adalah sejenis seni pentas yang berasal dari Jawa. Dalam sebuah pentasan ketoprak, sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa, yang diiringi dengan gamelan disajikan.
Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Sebab nanti pertunjukkan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang.

       k.  Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, khususnya kota Ponorogo. Tak hanya topeng kepala singa saja yang menjadi perangkat wajib kesenian ini. Tapi juga sosok warok dan gemblak yang menjadi bagian dari kesenian Reog.
Di Indonesia, Reog adalah salah satu budaya daerah yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan.
Seni Reog Ponorogo ini terdiri dari 2 sampai 3 tarian pembuka. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani.
Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. Eits, tarian ini berbeda dengan tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.
Adegan terakhir adalah singa barong. Seorang penari memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak.

        l.  Karapan Sapi

Karapan sapi adalah pacuan sapi khas dari Pulau Madura. Dengan menarik sebentuk kereta, dua ekor sapi berlomba dengan diiringi oleh gamelan Madura yang disebut saronen.
Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.
Jalur pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh sampai lima belas detik. Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atau Oktober di kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.


Sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Festival-Bandeng

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Karapan-Sapi

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Reog-Khas-Ponorogo

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Parikan

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Ketoprak

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Upacara-Kasodo

Keadaan yang tadinya senang, bersorak ria hilang diganti oleh kericuhan. Kericuhan itu disebabkan oleh pihak yang kalah dalam pertandingan sepak bola tidak kuasa menerima kekalahan begitu saja, melainkan ia iri terhadap pihak yang menang. Ia seakan-akan membuat alasan yang tidak logis seperti permainan sepak bola yang curang, dan lain sebagainya. Kericuahn ini memang sering terjadi bahkan telah menjadi budaya warga negara Indonesia. Para warga negara Indonesia. khususnya para pemuda Indonesia harus waspada terhadap kelompok kericuhan ini, jangan sampai terlibat maupun sengaja bergabung dengan kelompok ini.

Disini proses sosialisasi begitu penting karena melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1.    Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
2.    Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial

Dari penjelasan di atas mengenai sosialisasi bahwa proses sosialisasi begitu penting di dalam ruang lingkup sepak bola, antara pemain, wasit, para suporter, dan lain sebagainya. Mereka semua harus saling bersosialisasi dengan baik dan saling menjaga keharmonisan dari sosialisasi itu.

Saat ini negara Indonesia telah mendapat bencana yang membuat gempar seluruh warganya, termasuk juga pemerintahnya. Bencana ini bukanlah bencana alam seperti gempa bumi, gelombang tsunami, ataupun sejenis bencana lainnya. Akan tetapi, bencana disini adalah bencana politik yang merusak dan memberi kekacauan terhadap jalannya roda pemerintahan negara Indonesia. Bencana itu yakni mafia hukum dan mafia peradilan. Dari namanya saja, yakni kata "mafia" (yang berarti sindikat, kelompok kriminal) sudah tentu merupakan kejahatan. Kejahatan ini rupanya telah merajalela sampai kepada kawasan-kawasan terkecil sekalipun atau dari lapisan tingkat bawah sampai lapisan tingkat atas. Akibatnya, seluruh warga negara Indonesia resah akan hal ini dan berupaya mengadakan penuntasan atau pemberantasan terhadap dua mafia ini.

Mafia Hukum di sini lebih dimaksudkan pada proses pembentukan Undang-undang oleh Pembuat undang-undang yang lebih sarat dengan nuansa politis sempit yang lebih berorientasi pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Bahwa sekalipun dalam politik hukum di Indonesia nuansa politis dalam pembuatan UU dapat saja dibenarkan sebagai suatu ajaran dan keputusan politik yang menyangkut kebijakan publik, namun nuansa politis di sini tidak mengacu pada kepentingan sesaat yang sempit akan tetapi “politik hukum” yang bertujuan mengakomodir pada kepentingan kehidupan masyarakat luas dan berjangka panjang.

Sedang Mafia Peradilan di sini lebih dimaksudkan pada hukum dalam praktik yang ada di tangan para Penegak Hukum dimana secara implisit “hukum dan keadilan” telah berubah menjadi suatu komoditas yang dapat diperdagangkan.

Hukum dan keadilan menjadi barang mahal di negeri ini. Prinsip peradilan yang cepat, biaya ringan dan sederhana sulit untuk ditemukan dalam praktik peradilan. Di negeri ini Law Enforcement diibaratkan bagai menegakkan benang basah kata lain dari kata “sulit dan susah untuk diharapkan”.

Salah satunya yang mempersulit penegakan hukum di Indonesia adalah maraknya “budaya korupsi” di semua birokrasi dan stratifikasi sosial yang telah menjadikan penegakan hukum hanya sebatas retorika yang berisikan sloganitas dan pidato-pidato kosong.

Tapi agaknya para Penegak Hukum, Politisi, Pejabat dan Tokoh-Tokoh tertentu dalam masyarakat kita tidak akan punya waktu dan ruang hati untuk dapat mengubris segala bentuk sindiran yang mempersoalkan eksistensi pekerjaan dan tanggungjawab publiknya, jika sindiran itu bakal mengurangi rejekinya. Buruknya proses pembuatan undang-undang dan proses penegakan hukum yang telah melahirkan stigmatisasi mafia hukum dan mafia peradilan di Indonesia, yang kalau kita telusuri keberadaannya ternyata mengakar pada kebudayaan mentalitas kita sebagai suatu bangsa.

Sehingga apa yang disebut dengan mafia hukum dan mafia peradilan eksistensinya cenderung abadi karena ia telah menjadi virus mentalitas yang membudaya dalam proses penegakan hukum di negeri ini. Sehingga berbicara tentang Law Enforcement di Indonesia tidaklah bisa dengan hanya memecat para Hakim, memecat para Jaksa dan memecat para Polisi yang korup, akan tetapi perbaikan tersebut haruslah dimulai dengan pembangunan pendidikan dengan pendekatan pembangunan kebudayaan mentalitas kita sebagai suatu bangsa dan membangun moral force serta etika kebangsaan yang kuat berlandaskan pada Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upaya demi upaya telah dilakukan demi terciptanya kedamaian di lingkungan negara Indonesia. Namun upaya untuk menempatkan hukum menjadi panglima di negeri ini diperlukan juga adanya polical will dari para elite politik dan gerakan moral dari seluruh anak bangsa yang perduli akan nasib bangsa ini, serta membrantas politikus busuk yang lagi sibuk merebut kekuasaan !



Sumber : http://www.kantorhukum-lhs.com/details_artikel_hukum.php?id=6




Hari Raya Idhul Adha merupakan hari besar umat Islam di seluruh dunia dimana pada hari tersebut didalamnya terdapat suatu kegiatan yakni penyembelihan hewan ternak (Kurban) dengan tujuan mendapatkan ridho Allah Swt. Sedangkan penyembelihan hewan ternak (kurban) secara etimologi berasal dari kata bahasa Arab, yakni Qaraba, Yaqrabu, Quban wa qurbanan wa qirbanan yang meliki arti dekat. Jadi, kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Kurban dalam pengertian kita sehari-hari sebenarnya diambil dari kata udhhiyah yakni bentuk jama’ dari kata ”dhahiyyah” yaitu sembelihan pada waktu dhuha tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Dari sinilah muncul istilah ”Idul Adha”.
Dengan demikian yang dimaksud dengan kurban atau udhhiyah adalah penyembelihan hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada hari raya Idul Adha dan tiga hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Dalam sejarahnya, kurban menurut firman Allah SWT dalam Q.S. Al Maidah : 27


”Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Al Maidah [5]: 27). Dalam kandungan ayat ini bahwa dalam berkurban dibutuhkan keikhlasan dan persembahan kepada Allah dan ketaqwaan kita kepada-Nya. Seperti, dikisahkan pada era nabi Adam a.s., kurban sudah diperkenalkan. Beliau mendapat perintah dari Allah agar kedua anaknya melakukan kurban. Caranya dengan ”mempersembahkan” hasil bumi dan hewan ternak. Kedua anaknya, Qobil dan Habil segera memenuhi perintah tersebut. Habil yang peternak, dengan sepenuh hati berkurban untuk mencari ridha Allah dengan menyiapkan hewan terbaiknya untuk kurban. Sebaliknya, Qabil, yang petani, melaksanakan perintah tersebut dengan tidak ikhlas karena Allah, ia merasa terpaksa. Ia berkurban dengan buah-buahan yang busuk yang ia sendiri tidak menyukainya. Kurban Habil diterima oleh Allah sedangkan kurban Qabil ditolak. Kisah tersebut dapat dijadikan suri tauladan yang baik bagi kita semua.


Adapun makna kurban adalah sebagai berikut :


1. Merupakan pencerah jiwa karena dengan berkurban berarti jiwa kita terhubung dengan ketaqwaan kepada Allah SWT;
2. Dapat memupuk keikhlasan, kejujuran dan kesabaran yang membimbing kita mencintai Allah dan akhirnya juga mencintai makhluk ciptaanNya.
3. Mempererat tali persaudaraan kepada sesama manusia serta sikap solidaritas yang tinggi; dan
4. Memperkuat keteguhan hati dan jiwa dalam diri kita.


Semua makna kurban di atas harus dicermati dan diperhatikan baik-baik karena sungguh berkurban berarti pendekatan kita kepada Allah SWT. Sikap iman dan taqwa juga meliputi itu semua. Kesadaran dalam jiwa yang menumbuhkan sikap iman dan taqwa dalam diri kita dengan makna-makna tersebut.


Berat sekali ujian keimanan pada era global seperti sekarang ini. Idealisme sulit ditemukan dan pragmatisme menjadi fenomena sehari-hari. Merosotnya nilai-nilai ideal tidak saja dalam dunia bisnis tetapi juga dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kalau dalam masyarakat, orang yang dipandang dan dihormati adalah mereka yang memiliki kekayaan berlebih, maka korupsi akan tumbuh subur. Suara dan jeritan kaum fakir miskin dan rakyat jelata sudah tidak lagi diperhatikan. Tangisan bayi dan orang tua yang hidup sengsara sudah tidak terdengar lagi. Dan jika para pemimpin bangsa (eksekutif, legislatif dan yudikatif) sudah berlomba-lomba memamerkan kekayaan dan kewewahan maka tunggullah azab Allah yang terus datang silih berganti.


Hidup di dunia merupakan rangkaian siklus kehidupan manusia yang panjang yang bermula dari Allah (alam azali), lahir di dunia, meninggal dan berada di alam kubur, dibangkitkan kembali dan perhitungan amal baik serta jahat, kemudian hidup di akhirat, surga atau neraka. Ibadah haji dan kurban sekali lagi mengingatkan kita terhadap kehidupan masa lalu ( Adam, Qabil, Habil, Ibrahim, Sarah, Ismail) bagaimana mereka berjuang dan berkurban untuk mendapatkan ridla Allah. Ibadah tersebut juga mengokohkan semangat kita untuk merenungkan apa arti kurban dan ibadah haji pada masa kini. Haji dan kurban adalah syariat untuk pensucian jiwa, membersihkan kotoran yang ada pada hati kita, sifat-sifat ananiyah atau egoisme dibersihkan melalui ibadah haji dan menyembelih kurban. Kita tebar kepedulian sosial kita kepada sesama umat manusia melalui penyebarluasan daging kurban, dan persahabatan abadi kita jalin antar sesama muslim se dunia melalui ibadah haji.


Tidak kalah penting tujuan kurban adalah untuk menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas sosial dengan sesama kaum muslimin sehingga diharapkan dapat menjembatani kesenjangan sosial antara yang mampu dengan tidak mampu, apalagi dalam kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti sekarang, ditambah pula konflik yang terjadi di masyarakat seperti peperangan antara umat Kristen dengan umat Islam di Ambon dan Maluku yang amat memerlukan bantuan kita sebagai sesama muslim. serta ntuk menguji apa dan siapa dan sebenarnya yang menjadi orientasi atau tujuan hidup manusia, apakah harta atau kecintaan kepada anak dibanding dengan kecintaan kepada Allah?




(Sumber : http://www.islamic-center.or.id/life-and-style-mainmenu-31/buku-saku/35-buku-saku/287-makna-kurban-pada-masa-penuh-bencana dan http://www.percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=194.)

Kantong plastik atau masyarakat sering menyebutnya dengan "Kantong Kresek" digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membawa barang belanjaan, membungkus makanan siap saji, dan sebagainya. Kegunaan dari kantong kresek tersebut telah mearajalela bahkan di seluruh dunia pun menggunakannya. Tapi adakah pengaruh dari kantong kresek tersebut jika masyarakat menggunakannya secara terus-menerus? Adakah dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan sekitar?

Jelas, pengaruh dapat terjadi jika pemakaian ataupun dalam pembuatannya tidak memperhatikan segi kesehatan dan kemanusiaan tentunya. Sampai saat ini, masyarakat terutama di Indonesia telah menggunakan kantong kresek dalam berbagai keperluan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan, kantong plastik kresek berwarna sangat berbahaya bagi kesehatan jika digunakan untuk mewadahi makanan siap saji.

"Terutama kantong plastik kresek berwarna hitam," ungkap Kepala Badan POM Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib saat jumpa pers di kantor Badan BOM Jakarta, Selasa (14/7).

Husniah mengungkapkan, kantong plastik berwarna tersebut merupakan produk daur ulang yang riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui. "Bisa saja bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dan sebagainya," ucapnya.

Badan POM, paparnya, sudah melakukan pemantauan langsung dalam proses daur ulang kantong plastik berwarna yang tidak dilakukan proses sterilisasi. "Sampah plastik dikumpulkan di bantar gebang lalu dicincang-cincang trus dicuci dengan sedikit sabun agar tidak berbau. Kemudian ditambah zat-zat kimia. Prosesnya sangat tidak bersih," tegasnya.

Akibat jangka panjang dari penggunaan kantong platik tersebut, tambah Husniah, bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit seperi kanker, ginjal, dan lain-lain.

Untuk itu, lanjutnya, sebaiknya masyarakat menggunakan kantong plastik yang tidak berwarna atau bening. "Jangan mawadahi langsung makanan siap santap di kantong plastik daur ulang tersebut. Sebaiknya diberi alas misalnya daun pisang," ucap Husniah.

(JAKARTA, KOMPAS.com edisi Selasa, 14 Juli 2009 | 12:50 WIB)


Kantong plastik atau kantong kresek dapat beraneka ragam warnanya, salah satunya adalah warna hitam yang telah disebutkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Itu merupakan salah satu warna dari sekian warna yang ada yang memiliki pengaruh yang berpotensi negatif, lalu bagaimana dengan warna kantong plastik lainnya? Apakah sama dengan pengaruh yang dimiliki oleh kantong plastik tersebut? Tentu kantong plastik apapun warnanya dapat berpotensi negatif yakni dapat memicu penyakit kanker (bersifat karsinogen).

Sebenarnya darimana awal pengaruh negatif itu berasal? Awal pengaruh negatif itu berasal dari proses daur ulang yang demikian berkali-kali. Berikut skema proses daur ulang dari kantong plastik.


1 >>>> 2 >>>> 3 >>>> 4 >>>> 5 >>>> 6 >>>> 7 >>>> 8 >>>> 9



Keterangan:

1. Pengumpulan plastik bekas.
2. Penyortiran.
3. Pencucian.
4. Penggilingan.
5. Pemberian warna zat aditif.
6. Pemberian zat anti fogging (tahan sinar ultraviolet).
7. Pemberian zat anti slip (transparan).
8. Pemanasan.
9. Pencetakan.


Dalam proses 1, yakni pengumpulan plastik bekas oleh para pengumpul (pemulung) dari Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Para pengumpul memilah-milah kantong plastik mana yang layak untuk mereka daur ulang lagi. Kemudian pada proses 2, para penyortir melakukan penyortiran terhadap semua kantong plastik yang telah berhasil dikumpulkan oleh para pengumpul. Akan tetapi, dalam melakukan penyortiran seringkali para penyortir kurang dalam melakukannya dan berakibat negatif karena para penyortir tidak mengetahui darimana kantong plastik itu berasal. Selanjutnya, pada proses 3, para penyuci melakukan pencucian terhadap kantong plastik tersebut. Sama halnya dengan proses 2, para penyuci kurang melakukan pencucian. Mereka mencuci tidak secara steril dengan kata lain, menggunakan bahan seadanya. Proses 4 adalah penggilingan, semua kantong plastik yang telah dicuci lalu digiling menjadi butiran plastik kecil. Pada proses 5, proses penambahan zat warna aditif guna memberi warna terhadap semua kantong plastik. Pemberian zat warna aditif sangat berbahaya bagi manusia. Pada proses 6 adalah proses pemberian zat anti fogging guna tahan terhadap sinar ultraviolet. Zat ini juga berbahaya. Pada proses 7 adalah proses pemberian zat anti slip pada kantong plastik guna kantong plastik memiliki bentuk yang transparan. Zat ini juga mengandung bahan kimia yang berbahaya. Selanjutnya, proses 8 adalah proses pemanasan, semua kantong plastik yang telah diberi bahan kimia lau dipanaskan agar menyatukan butiran kantong plastik tadi. Terakhir, proses 9 yakni proses pencetakan, butirang plastik yang telah menyatu lalu dicetak untuk membentuk kantong plastik yang baru dengan berbagai ukuran, misal ukurang kecil, sedang, maupun besar.

Selain itu, skema berikut merupakan skema bahan kimia (Recyle Code) dari kantong plastik.






Semua bahan kimia dari skema di atas adalah bahan pembuat kantong plastik maupun jenis bahan plastik lainnya. Hubungan antara kedua skema 1 dan skema 2, memiliki mekanisme secara kimiawi. Lalu apakah pengaruh kantong plastik secara kimiawi itu? Pengaruhnya antara lain :
  • menyebabkan kanker paru;
  • menyebabkan kanker hati;
  • gangguan fungsi ginjal;
  • gangguan saraf;
  • dan gangguan saluran pencernaan.
Dan yang lebih penting lagi pengaruh secara kimiawi dapat terjadi jika kantong plastik kontak langsung dengan makanan siap saji yang panas. Sebab, kontak langsung tersebut menimbulkan perpindahan kalor dari makanan siap saji terhadap kantong plastik. Timbulnya panas (kalor) ini memicu pengaruh secara kimiawi. Jadi untuk mencegah hal tersebut disarankan memberi alas pada kantong plastik sewaktu membungkus makanan atau barang lainnya agar tidak terjadi kontak langsung dengan kantong plastik.

Mungkin seringkali Anda tak pernah menyadari betapa pentingnya peran kepribadian dalam seorang individu dalam menjalin hubungan yang terikat dalam ikatan suci. Ketidaktahuan ini telah menyebabkan beberapa hal negatif seperti : perceraian, poligami ataupun sebagainya. Sedikit contoh tadi dapat anda renungkan sendiri dan mulai menyadari arti maupun makna dalam mahligai. Kata "Mahligai" sendiri tak jauh berbeda dari kata "Keluarga", saling terkait satu sama lain atau lebih tepatnya Mahligai itu merupakan bagian dari sebuah keluarga. Dengan kata lain, bahwa keluarga merupakan satuan atau unit dalam Mahligai antara laki - laki (suami) dan wanita (istri).

Seorang laki - laki (suami) tak pernah peduli dengan sosok dari wanita (istri) dalam hal sosialisasi dan batiniah. Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang di anut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Sedangkan secara batiniah sendiri bahwa laki - laki atau (suami) harus memegang teguh janji dalam Mahligai dengan wanita (istri), tak boleh melanggar janji tersebut.
Menurut William J.Goode(1983), keluarga di bentuk dengan fungsi - fungsi
sebagai berikut :
  • Pemuas individual
  • Reproduksi
  • Pemeliharaan
  • Sosialisasi
  • Penempatan anak dalam masyarakat
  • Pengatur seksual
  • Kontrol sosial
Bahwa keluarga mempunyai fungsi sebagai pemuas kebutuhan pribadi,dapat di tunjuk contoh konkret misalnya di bidang cinta, kebutuhan seks, maupun kebutuhan untuk menjaga rahasia pribadi.

Fungsi reproduksi mengandung arti beranak pinak, atau melahirkan keturunan. Bukankah nyaris tidak ada suami istri yang tidak ingin mempunyai keturunan?
Adapun fungsi sosialisasi, yang di maksud adalah tugas setiap ayah dan ibu untuk membimbing atau meperkenalkan mengertikan norma - norma kehidupan kepada anak - anaknya. Ini berkaitan pula dengan fungsi menempatkan anak dalam masyarakat, agar sang anak memahami tatakrama dalam pergaulan dengan orang di sekelilingnya.

Sedangkan fungsi pengaturan seksual adalah fungsi untuk melestarikan atau membudayakan aturan - aturan seksual pada manusia. Pengaturan seksual sebagai fungsi keluarga, dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
  • Menanamkam norma - norma keabsahan ( norm of legitimacy) dalam berhubungan seks. Misalnya tidak boleh berhubungan seks dengan orang yang bukan suami atau istri yang sah.
  • Menegakkan tabu - tabu dalam hubungan seks dengan keluarga dekat. Misalnya : tabu berhubungan seks dengan keluarga dekat. Misalnya tabu berhubungan seks dengan keluarga dekat atau di masa pertunangan.
  • Mencegah penyimpangan dalam hubungan seksual. Misalnya perzinahan, kumpul kebo, pergundikan, dsb.
Dan fungsi kontrol sosial yang dimaksud adalah tugas setiap ayah dan ibu untuk selalu mengawasi dan mengontrol anak-anaknya agar tidak menyimpang atau bahkan tidak melanggar aturan-aturan hidup bermasyarakat.

Telah dijelaskan fungsi-fungsi keluarga, yang tak lain adalah aplikasi di dalam keluarga yang secara sadar harus diperhatikan secara cermat, jangan sampai ada kesenjangan dalam hal aplikasi di dalam keluarga. Berikut ini merupakan contoh kesenjangan dalam hal aplikasi di dalam keluarga William J. Goode adalah :
  • Ketidaksahan pernikahan, yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi suami-istri.
  • Perceraian.
  • Keluarga selaput kosong, ialah suami-istri yang sebetulnya sudah pecah, tetapi karena faktor anak tidak mungkin bercerai. Mereka tetap masih tinggal satu rumah, tetapi sudah tidak saling berkomunikasi.
  • Kegagalan peran, karena cacat jasmani atau mental.
  • Perpisahan Karen Adat. Misalkan yang terjadi pada suku Ashanti (Ghana, Afrika). Pengantin-pengantin baru pada suku ini, setelah menikah harus kembali tinggal dengan orang tua masing-masing, berhubung karena adat istiadat setempat.
Kesenjangan dalam hal aplikasi atau dapat disebut non-aplikasi di dalam mahligai (keluarga) itu dapat berdampak berbahaya kepada masing-masing individu antara laki-laki (suami) dan wanita (istri). Jika telah terjadi demikian akan berdampak juga pada pertumbuhan keluarga itu sendiri. Maka dalam hal ini, aplikasi dan non-aplikasi di dalam mahligai (keluarga) harus diperhatikan secara cermat dan juga direnungkan di dalam hati, apakah tindakan suami dan istri telah mencerminkan aplikasi atau non-aplikasi? Mereka berdua harus cerdas dalam hal bertindak serta dapat menentukan langkah ke depan yang baik untuk diteladani di dalam mahligai (keluarga).

WHAT DO YOU THINK ABOUT GRAMMAR?

According to me, “Grammar” is regulation equipment in the language or known as rules of language. Languages started by people making sounds which evolved into words, phrases and sentences. No commonly-spoken language is fixed. All languages change over time. What we call “grammar” is simply a reflection of a language at a particular time. Moreover in language contained structural rules that govern the composition of sentences, phrases, and words in any given natural language. The term refers also to the study of such rules, and this field includes morphology and syntax, often complemented by phonetics, phonology, semantics, and pragmatics.

Each language has its own distinct grammar. For example, “English grammar” is the set of rules within the English language itself. “An English grammar” is a specific study or analysis of these rules. A reference book describing the grammar of a language is called a “reference grammar” or simply “a grammar”. A fully explicit grammar exhaustively describing the grammatical constructions of a language is called a descriptive grammar, as opposed to linguistic prescription, which tries to enforce the governing rules of how a language is to be used.

Do we need to study grammar to learn a language? The short answer is “no”. Very many people in the world speak their own, native language without having studied its grammar. Children start to speak before they even know the word “grammar”. But if you are serious about learning a foreign language, the long answer is “yes, grammar can help you to learn a language more quickly and more efficiently.” It’s important to think of grammar as something that can help you, like a friend. When you understand the grammar of a language, you can understand many things yourself, without having to ask a teacher or look in a book.

So think of grammar as something good, something positive, something that you can use to find your way – like a signpost or a map.

The Problem Become Cultured

Kalimalang street is street which is approximately 20 km started from Cawang Baru and ended in Metropolitan Mall Bekasi. This street was become protocol street to Jakarta city. Many people have driven their motorcycle or their cars squeezing through this street until now. Of course, there are many vehicle which is loaded completely. And what is more, they were jostle and caused mad scramble.

Everyday in this street was loaded by vehicles or got stuck. This sticking was very in serious condition. Most of polices couldn't handle the traffic-lane. In another case, each drivers have a drag race throughout the kalimalang street. It made be afraid to people who will drive their motorcycles or car. And this year, that problem made it seriously and become culture for every people. In fact, a lay driver who want to drive through this street in process of time will become a naughty driver,epithet for driver who drive their motorcycle or car more quickly. They snatched away for position in the street, and occasionally they overtaken with terrifying and more quickly. Could they realize it? How can they change behaviour in drive? This question isn't answered just that as like we folded back their palm of hand. We need some strong prevention or give heavy organized sanction. But, that's not solution we think and find other solution for this problem.

We must realize our action from now, from this minute even this secon. Let's from now we put the sentences which insribed with "stop dreaming and start action" in our minds even in our hearts.

Kompleksitas Kebudayaan Manusia

Memahami cara berpikir manusia merupakan memahami cara tindakan dari manusia itu sendiri. Salah satunya adalah kebudayaan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Kebudayaan yang dimiliki manusia berawal dari kebudayaan manusia terdahulunya. Merupakan sarana dalam pergaulan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari tahun ke tahun, abad ke abad, dan zaman ke zaman kebudayaan manusia semakin kompleks dari pola kebudayaan itu sendiri. Pola menurut dari segala aspek yang ada dalam kebudayaan itu. Kebudayaan manusia cenderung menuju sifat modernitas. Dan dari titik inilah muncul pertanyaan Bagaimana kompleksitas kebudayaan manusia terjadi?

Kompleksitas kebudayaan manusia itu muncul sebagai akibat dari semakin rumitnya pola kehidupan manusia serta kemajuan teknologi yang diciptakan itu sendiri. Jika pola kehidupan manusia semakin rumit, maka masalah-masalah yang timbul pun semakin kompleks. Ini membuktikan bahwa dari waktu ke waktu, manusia selalu berpikir mencari penyelesaian masalah tersebut. Dengan penyelesaian masalah tersebut, maka manusia menciptakan teknologi yang dapat membantu masalah mereka itu. Selain itu, manusia memunculkan suatu ide-ide, gagasan-gagasan baru guna basis penciptaaan teknologi selanjutnya. Atau sebuah kumpulan konsep-konsep baru dalam memahami keberadaan masalah pada saat itu. Maka kemungkinan terjadinya suatu complex system dalam kebudayaan manusia serta terbentuklah suatu pandangan dalam diri manusia dan terbentuknya perilaku yang baru.

LOGIKA BAHASA

Logika dan Bahasa, mempunyai hubungan yang mendalam. Saling terkait satu sama lain. Karena tanpa bahasa kita tidak memiliki alat untuk menyampaikan logika kita kepada orang lain. Akan tetapi, kita akan membahas sedikit keterhubungan logika dengan bahasa.

Sebagai contoh,
1. Pelari berlari di lapangan yang luas di sekitar Bekasi.
2. Apakah kamu sudah mengerjakan PR?
Ya, aku belum mengerjakan PR. atau Tidak, aku sudah mengerjakan PR.

Dalam kalimat 1 terdapat sesuatu hal yang ganda atau disebut dengan ambigu, karena terdapat dua hal yang muncul bersamaan, di lapangan yang luas atau di sekitar Bekasi. Hal demikian sangat rancu dalam pemahaman. Agar tak menimbulkan kerancuan, sebaiknya kita menghilangkan salah satu hal menjadi Pelari berlari di lapangan yang luas.

Dalam kalimat 2 juga terdapat hal yang rancu, tetapi bentuknya tidak sama pada kalimat 1. Pada kalimat 2, hal yang rancu tersebut pada penggunaan kalimat positif dan kalimat negatif. Apabila kita berkata dalam jawaban menggunakan kalimat positif seperti "Ya", maka harus diikuti kalimat positif bukan kalimat negatif. Sedangkan jika menggunakan "Tidak", maka harus diikuti kalimat negatif juga bukan kalimat positif.

Demikian keterkaitan logika dengan bahasa sangatlah penting untuk dipahami jangan sampai dalam berkata maupun dalam membuat kalimat mengindahkan logika.

Adakah Kehidupan Selain di Bumi?

Pertanyaan yang selalu menggugah hati banyak orang, sebenarnya adakah kehidupan selain kita, para Manusia? Adakah sesuatu disana? Ini pertanyaan yang tak bisa dijawab dengan cepat, butuh analisa-analisa lebih lanjut serta bukti-bukti yang kuat untuk dibuktikan. Sebenarnya para Manusia hanya berfilsafat tentang hal demikian, mereka berpikir apakah ada selain Manusia di luar sana, yakni luar angkasa. Namun, adakalanya kita sebagai Manusia harus berpir lebih lanjut terhadap bumi kita, jangan sampai bumi kita tercemar oleh tangan-tangan kita.
Selain itu seperti yang telah disebutkan oleh bangsa terdahulu di daratan selatan Amerika, suku bangsa Mayan (Aztec). Bangsa Mayan telah melakukan perhitungan waktu, seperti membuat jam, membuat kalender. Bicara tentang kalender yang dibuat suku Mayan, mereka memperhitungkan tahun sampai tahun 2012. Dan sampai saat ini lebih dikenal sebagai End of Times, tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Sungguh hal luar biasa mereka dapat memperhitungkannnya. Menurut para ilmuwan dan arkeolog ada yang menyatakan bahwa maksudnya, antara lain:
1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah2, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being.
Dari 15 arti yang disebutkan oleh para ilmuwan dan arkeolog kita bahwa sebenarnya berbanding antara 50% dan 50% terhadap kepercayaan kita sendiri. Kita sebagai manusia tak bisa berfilsafat jauh dari filsafat yang ada atau pikiran kita mengenai itu tak bisa sampai. Tapi, ada kalanya dalam berpikir kita hanya dapat memperkirakan dan membuat hipotesa dari pengamatan kita. Hipotesa atau dugaan sementara masih harus duji kebenarannya. Maka, dari ke-15 arti tadi harus diuji kebenarannya dan menemukan bukti-bukti yang kuat mengenai semua hal itu.

"Learning without thought is useless, while thinking without learning is dangerous".