"It's not your intelligence, but your attitude which are going to lift you in life."

WEIRD SHARK FROM WATERS OF TOKYO BAY

On January 25, 2007, a rare goblin shark caught by fishermen in the bay of Tokyo. This living fossil died 2 days later. With the head of a strange and scary teeth, this fish has attracted attention of scientists from around the world. Here's a brief history of these mysterious ancient sharks.



Only a few of which can be known from this monster that is usually only stay in the oceans. Goblin shark named scientific Mitsukurina owstoni is an ancient shark that were previously considered extinct. He can instantly recognizable from the shape of his head which has a long bulge out from the forehead. Besides the scary teeth adorn his mouth. Goblin sharks can grow up to 3.3 meters long and weighing 159 kg.


This shark is generally found only in the deep ocean, far below the sunlight, more than 200 meters below sea level. They can be found in the waters around the world, from Australia to the Gulf of Mexico. But those who know them mainly from Japanese waters, a place where modern science to find them for the first time.

The first discovery of these sharks can be traced to the year 1898, when one specimen was caught in the Sagami Sea, near Yokohama, Japan. It is estimated there are about 24 species associated with these sharks. Japan's scientific name is smelly, Mitsukurina owstoni, was first given by David Jordan who received the first specimen of this fish from a zoologist named Kakichi Mitsukuri Uiversitas Tokyo. While owstoni name of respect for a collector named Alan Owston wild creatures who also obtained this fish from a Japanese fisherman. 
 

Source :

http://www.forumkami.com/forum/aneh-tapi-nyata/14297-hiu-aneh-dari-perairan-teluk-tokyo.html

 

Genetic engineering is a series of techniques to isolate, modify, reproduce, and recombining genes from different organisms. According to scientists in molecular biology, Mae Wan Hoo, in his book, these techniques allow transfer of genes between different species is impossible kimpoi each other naturally, such as fish genes inserted into tomatoes and human genes transferred to the sheep.



This technology is designed to break the barriers between species and weaken the defense mechanism of the species. Genetic engineering of plants and animals began in the mid-1970s that triggered the discovery of several key techniques in genetics molecular method.
This mutant fish is a research professor at the University of Rhode Island, Mr. Terry Bradley. By genetically modifying the trout, this mutant has a muscle mass between 15-20% higher than the standard fish.

Connect again to the mutant fish that, as for the study of them by blocking myostatin, a protein that slows growth. They inject thousands of trout eggs with various types of DNA that inhibit myostatin workrate.

The positive effects of the results of this research is commercially, with the result that more fish meat, but without increasing the cost of fish feed.

America is very diligent about transgenic research, from the plants until the animal. It's commercial, transgenic products is very profitable results. However, in health, remains a question mark if it is safe to consume GM products? Agan still remember it as the case of soybeans imported from the United States that proved to be transgenic soybeans?

Sure, as long as there has been no scientific reports in Indonesia that prove about the dangers of GMO products, other than an allergic reaction (This product has been withdrawn from the market). Thus, until recently, transgenic products are still suitable for consumption. However, it is recognized that the publicity about the risks of transgenic food products to humans, is still very small. Whereas the negative effects of consumption may actually have a lot of GM products in the community just not a lot of data that prove it.


Source :


http://nemoto911.blogspot.com/2010/03/ikan-aneh-bertubuh-besar-hasil.html

KEBUDAYAAN DAN KESENIAN JAWA TIMUR

Sejarah Kesenian Jawa Timur

1) Jaman Peralihan

Pada seni bangunannya sudah meperlihatkan tanda – tanda gaya seni jawa timur seperti tampak pada Candi Belahan yaitu pada perubahan kaki candi yang bertingkat dan atapnya yang makin tinggi. Kemudian pada seni patungnya dudah tidak lagi memperlihatkan tradisi India, tetapi sudah diterapkan proposisi Indonesia seperti pada patung Airlangga

2) Jaman Singasari

Pada seni bangunannya sudah benar – benar meperlihatkan gaya seni Jawa Timur baik pada struktur candi maupun pada hiasannya, contohnya: candi singosari, candi kidal, dan candi jago. Seni patungnya bergaya Klasisistis yang bertolak dari gaya seni Jawa Tengah, hanya seni patung singosari lebih lebih halus pahatannya dan lebih kaya dengan hiasan contohnya patung Prajnaparamita, Bhairawa dan Ganesha.

3) Jaman Majapahit

Candi – candi Majapahit sebagian besar sudah tidak utuh lagi karena terbuat dari batu bata, perbedaan dengan candi di Jawa Tengah yang terbuat dari batu kali / andhesit peninggalan candinya: kelompok candi Penataran, Candi Bajangratu, candi Surowono, candi Triwulan dll

Budaya dan adat istiadat

Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini. Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini. Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.

Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.


Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang berlaku secara nasional, namun demikian Bahasa Jawa dituturkan oleh sebagian besar Suku Jawa. Bahasa Jawa yang dituturkan di Jawa Timur memiliki beberapa dialek/logat. Di daerah Mataraman (eks-Karesidenan Madiun dan Kediri), Bahasa Jawa yang dituturkan hampir sama dengan Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di daerah pesisir utara bagian barat (Tuban dan Bojonegoro), dialek Bahasa Jawa yang dituturkan mirip dengan yang dituturkan di daerah Blora-Rembang di Jawa Tengah.  Dialek Bahasa Jawa di bagian tengah dan timur dikenal dengan Bahasa Jawa Timuran, yang dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa Jawa Timuran adalah egaliter, blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan bahasa layaknya Bahasa Jawa Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. Namun demikian, penutur bahasa ini dikenal cukup fanatik dan bangga dengan bahasanya, bahkan merasa lebih akrab. Bahasa Jawa Dialek Surabaya dikenal dengan Boso Suroboyoan. Dialek Bahasa Jawa di Malang umumnya hampir sama dengan Dialek Surabaya, hanya saja ada beberapa kata yang diucapkan terbalik, misalnya mobil diucapkan libom, dan polisi diucapkan silup; ini dikenal sebagai Boso Walikan. Saat ini Bahasa Jawa merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan di sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Bahasa Madura dituturkan oleh Suku Madura di Madura maupun dimanapun mereka tinggal. Bahasa Madura juga dikenal tingkatan bahasa seperti halnya Bahasa Jawa, yaitu enja-iya (bahasa kasar), engghi-enten (bahasa tengahan), dan engghi-bhunten (bahasa halus). Dialek Sumenep dipandang sebagai dialek yang paling halus, sehingga dijadikan bahasa standar yang diajarkan di sekolah. Di daerah Tapal Kuda, sebagian penduduk menuturkan dalam dua bahasa: Bahasa Jawa dan Bahasa Madura. Kawasan kepulauan di sebelah timur Pulau Madura menggunakan Bahasa Madura dengan dialek tersendiri, bahkan dalam beberapa hal tidak dimengerti oleh penutur Bahasa Madura di Pulau Madura (mutually unintellegible).
Suku Osing di Banyuwangi menuturkan Bahasa Osing. Bahasa Tengger, bahasa sehari-hari yang digunakan oleh Suku Tengger, dianggap lebih dekat dengan Bahasa Jawa Kuna.


Kesenian dan Budaya Jawa Timur

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.

Reog yang sempat diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi ikon kesenian Jawa Timur. Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai unsur-unsur gaib. Seni terkenal Jawa Timur lainnya antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timuran, topeng dalang di Madura, dan besutan. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak dan wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain Damarwulan dan Angling Darma.

Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Seni tari klasik antara lain tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, dan kelana.

a.    Seni Tari

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.

b.    Musik

Musik tradisional Jawa Timur hampir sama dengan musik gamelan Jawa Tengah seperti Macam laras (tangga nada) yang digunakan yaitu gamelan berlaras pelog dan berlaras slendro. Nama-nama gamelan yang ada misalnya ; gamelan kodok ngorek, gamelan munggang, gamelan sekaten, dan gamelan gede.
Kini gamelan dipergunakan untuk mengiringi bermacam acara, seperti; mengiringi pagelaran wayang kulit, wayang orang, ketoprak, tari-tarian, upacara sekaten, perkawinan, khitanan, keagaman, dan bahkan kenegaraan.Di Madura musik gamelan yang ada disebut Gamelan Sandur.

c.    Rumah adat

Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo) umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta). Bangunan khas Jawa Timur umumnya memiliki bentuk joglo , bentuk limasan (dara gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).Masa kolonialisme Hindia-Belanda juga meninggalkan sejumlah bangunan kuno. Kota-kota di Jawa Timur banyak terdapat bangunan yang didirikan pada era kolonial, terutama di Surabaya dan Malang.
Jawa memiliki berbagai keindahan budaya dan seni yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakatnya. berbagai seni tradisi dan budaya tertuang dalam karya karya pusaka masyarakat jawa seperti batik, rumah joglo, keris dan gamelan. karya pusaka seni dan budaya jawa seperti diatas sangat populer dan mendapatkan tempatnya sendiri di hati msyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke yogyakarta. Menginginkan suasana jawa dengan rumah joglonya dapat dilakukan dengan berwisata adat dan budaya di yogyakarta. sekarang ini telah muncul banyak pilihan berwisata yang menawarkan sifat dan budaya lokal yang tercover dalam desa wisata. Anda tentunya akan dapat menikmati suasana seperti masyarakat jawa sesungguhnya karenan memang desa desawisata telah dipadukan dengan kearifan lokal yang patut anda kunjungi. Selamat berwisata ke jogja…

d.    Pakaian adat

Pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur

e.    Kerajinan tangan

Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.

f.    Perkawinan

Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.

      g.    Festival Bandeng

Festival Bandeng selalu digelar setiap tahun. Namun, ada yang berbeda dalam perayaan tahun ini. Kegiatan tersebut tidak dibarengi dengan acara lelang (menjual dengan harga tawar yang paling tinggi) bandeng kawak yang sudah menjadi tradisi masyarakat Sidoarjo.
Kurang biaya dan bencana lumpur Sidorjo menjadi penyebab lelang itu dihilangkan. Walaupun tidak ada lelang, kegiatan tersebut diharapkan bisa mendorong petani untuk tetap membudidayakan ikan bandeng dengan bobot tak wajar alias raksasa.
Pemkab Sidoarjo sangat memperhatikan pelestarian bandeng karena ikan itu adalah ikon utama Kabupaten Sidoarjo.
Festival yang juga bertujuan melestarikan budaya tradisional tahunan masyarakat Sidoarjo itu diikuti empat peserta petambak di Kabupaten Sidoarjo. Peserta berlomba menunjukkan hasil tambak berupa bandeng yang paling sehat dan terbaik.

       h.  Upacara Kasodo

Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo ini merupakan ritual yang dilakukan setahun sekali untuk menghormati Gunung Brahma (Bromo) yang dianggap suci oleh penduduk suku Tengger.
Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara ini diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

        i.  Parikan

Ada tiga jenis parikan di dalam ludruk pada saat bedayan (bagian awal permainan ludruk). Ketiga jenis parikan tersebut adalah lamba (parikan panjang yang berisi pesan), kecrehan (parikan pendek yang kadang-kadang berfungsi menggojlok orang) dan dangdutan (pantun yang bisa berisi kisah-kisah kocak).

       j.  Ketoprak

Ketoprak (bahasa Jawa kethoprak) adalah sejenis seni pentas yang berasal dari Jawa. Dalam sebuah pentasan ketoprak, sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa, yang diiringi dengan gamelan disajikan.
Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Sebab nanti pertunjukkan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang.

       k.  Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, khususnya kota Ponorogo. Tak hanya topeng kepala singa saja yang menjadi perangkat wajib kesenian ini. Tapi juga sosok warok dan gemblak yang menjadi bagian dari kesenian Reog.
Di Indonesia, Reog adalah salah satu budaya daerah yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan.
Seni Reog Ponorogo ini terdiri dari 2 sampai 3 tarian pembuka. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani.
Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. Eits, tarian ini berbeda dengan tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.
Adegan terakhir adalah singa barong. Seorang penari memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak.

        l.  Karapan Sapi

Karapan sapi adalah pacuan sapi khas dari Pulau Madura. Dengan menarik sebentuk kereta, dua ekor sapi berlomba dengan diiringi oleh gamelan Madura yang disebut saronen.
Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.
Jalur pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh sampai lima belas detik. Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atau Oktober di kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.


Sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Festival-Bandeng

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Karapan-Sapi

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Reog-Khas-Ponorogo

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Parikan

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Ketoprak

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Indonesiaku/Propinsi/Jawa-Timur/Seni-Budaya/Upacara-Kasodo

GENDER

The Forces Supporting Equality in Gender.

1.  What are the institutions struggling for equality?


In the forces for equality between women with men, institutions in the UK together have formed a statutory equality issues associated with it. They have to mediate the gap between women with men with the establishment of equality legislation. Here is a description of the institutions associated with the legislation.

The Equal Oppportunities Commission (EOC), set up under the 1975 Act in Great Britain, is an independent statutory body which has the powers to:

1). work towards the elimination of discrimination on the grounds of sex or marriage;
2). promote equality of opportunity between women and men;
3). review, and propose amendments tothe Sex Discrimination Act and the Equal Pay Act; and
4). provide legal advice and assistance to individuals who have been discriminated against.

Gender Action for Peace and SecurityUK (GAPS) was normally established in May 2006. The GAPS to build on UNSCR 1325 and through collective action promote, facilitate and monitor the meaningful inclusion of gender perspectives in all aspects of UK policy and practice on peace and security.

The Women's Social and Political Union (WSPU), which was founded at the Pankhurst family home in Manchester on 10 October 1903 by six women, including Emmeline and Christabel Pankhurst, who soon emerged as the group's leaders, was the leading militant organisation campaigning for Women's suffrage in the United Kingdom. It was the first group whose members were known as "suffragettes". At first the main aim of the organisation was to recruit more working class women into the struggle for the vote.


Equal Opportunity Policy

There are two Ministers for Women, supported by the Women and Equality Unit (WEU) in the Department of Trade and Industry. They are responsible for a wide range of gender equality issues in Government, including issues of sexual orientation. The WEU's projects include:
1). aiming to increase women's participation in the labour market, including development policies which support flexible working and are family friendly;
2). aiming to reduce the gende paygap;
3). reviewing the existing equality legislation on gender, race, age, beliefs, sexual orientation and disability; and
4). aiming to reduce domestic violence.

The Scottish Executive has established an Equality Unit to take forward its work in this area. The Northern Ireland Executive has set up a Gender Policy Unit to promote equality between men and women, people of different sexual orientation, people with and without dependants and people of different marital status.

Maternity Leave & Pay Regulations (1975) entitle women to statutory leave and pay for up to 12 months and applies once a job has been offered and accepted. During the leave period, women are guaranteed an entitlement to return to their own job on the same terms and conditions under which they left. Paternity Leave & Pay Regulations (2003) regulate statutory paternity leave and pay for up to two weeks following the birth of a child.

Flexible Working Regulations (2003) give employees the statutory right to ask for a flexible working pattern, including working from home, reduced hours or different hours, for workers with children aged under six years.


Equal Opportunities Legislation

The Sex Discrimination Act 1975, which applies in Great Britain, makes discrimination between men and women unlawful in employment, education, training, and the provision of housing, goods, facilities, and services. Discrimination in employment against married people and discriminatory job recruitment advertisements are also unlawful. Under the Equal Pay Act 1970, women and men are entitled to equal pay when doing work that is the same, or broadly similar, work which is rated as equivalent, or work which is of equal value. Parallel legislation on sex discrimination and equal pay applies in Northern Ireland.

http://www.gender-equality.webinfo.lt/results/uk.htm
www.eoc.org.uk
www.equalityni.org
http://www.gaps-uk.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Women%27s_Social_and_Political_Union
http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/Wwspu.htm


2.  The conflicts (obstacles) faced by the institutions? 

Many obstacles faced by institutions, one example is in the UNSCR 1325 from GAP and WSPU institution.
There has been significant work to implement UNSCR 1325, yet awareness of  this resolution remains low in conflict-affected regions. It is in these regions where it is most critical that peace and reconstruction efforts take women’s needs, interests and capacities into account.
Ongoing obstacles to UNSCR 1325 implementation include:
•    Lack of awareness of the resolution, especially in conflict affected regions
•    Gaps between HMG policy and practice – lack of effective implementation of key UK women, peace and security policies at the local level
•    Lack of financial resources
•    Gender not seen as a priority in context of security and peacebuilding
•    Lack of gender mainstreaming and gender training 

GAPS sees UNSCR 1325 as a tool for raising-awareness about women’s experiences and role in conflict and for holding the UK government and other UN member states to account.

In addition to the constraints of the WSPU organization named the woman as its leader Emmeline Pankhurst was the day called Black Friday..Black Friday was a women's suffrage event in the United Kingdom on 18 November 1910. Then there is a contradiction of the Conciliation Bill. Although the Conciliation Bill, which would extend the right of women to vote in the United Kingdom of Great Britain and Ireland to around 1,000,000 wealthy, property-owning women, got to its second reading, British Prime Minister Herbert Henry Asquith indicated that there would be no more Parliamentary time for the Bill. In response, the Women's Social and Political Union (WSPU) sent a delegation of around 300 women who were assaulted when they attempted to run past the police. Many suffragettes reported being assaulted and manhandled by the police and well over 100 were arrested; Asquith's car was vandalized in reaction to this treatment. The event caused some embarrassment to Winston Churchill who was Home Secretary at the time.


Sources :

http://www.gaps-uk.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Friday_%281910%29

1. Why is the other name of flag of UK is Union Jack?

Union flag called the Union Jack because it was taken from the name "jack staff" of naval ships of the original Union Flag was flown. The use of the term "Jack" happens because the routine use of all British ships using the "Jack Staff" (the flag pole attached to the prow of a ship). Even if the term "Union Jack" does not come from the jack flag (as perhaps seems most likely), after three centuries, is now sanctioned by use, has appeared in official use, and remains a popular term. [9] Members of the Royal Navy only refers to as the Union Jack flag flying on their ships, usually expressed as 'at sea'. Even the same flag, before flying will be called the Union Flag. Long story short, King George in 1801 when the union issued a statement in the proclamation of the flag on the sea, and is referred to "our flags, Jacks, and Pendants" and banned from wearing a merchant ship "Our Jack, commonly called the Union Jack" or a pendant or colors used by the ships of King. Union Flag is used as a jack by commissioned warships and submarines of the Royal Navy, and by the Army and assigned to Royal Air Force ships, although there was no such ship was in commission as of April 2007. When the anchor or together, was flown from the bow of the ship jackstaff. When a ship is underway, the Union Jack is only flown from the ship jackstaff when dressed for special events, such as the Queen's official birthday.
http://en.wikipedia.org/wiki/Union_Flag
http://www.woodlands-junior.kent.sch.uk/geography/unionjack.html
http://www.know-britain.com/general/union_jack.html


2. Why were the crosses named St. Andrew, St. Patrick, and St. George? Are those the name of important figures or people?

a). The name is called cross-St. Andrew comes from the history of that time in the heart of Greece Andrew met his end. Andrew was crucified at Patras (Modern Patrai), on the north coast of the peninsula known as the Morea Greece or the Peloponnese. No date is known; even call it the Encyclopaedia Britannica to be around 60/70 (AD). Andrew traditional X-shaped cross, and it is an ecclesiastical heraldic convention and he's fine art appears with X-shaped cross, or Saltire, or symbolized by one. http://www.crwflags.com/fotw/flags/gb-scotl.html
       Saint Andrew in the early twentieth century mid to late first century AD), called in the Orthodox tradition Protokletos, or called the First, was a Christian and brother of the Apostle Peter the Apostle. The name "Andrew" (from the Greek: "ἀνδρεία", Andreia, manhood, or courage), such as the names of the other Greek, seems to have been common among Jews of the second or third century BC. There is no Hebrew or Aramaic name is recorded for him. http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Andrew


   b). The name is called cross-St. Patrick comes from the formation of the Knights of Saint Patrick in the year 1783, when the white red Saltire included in the Order of the regalia. Regarding its origin, here are three theories that have been proposed:

        1). of the old flag of the theory stated that the St. Patrick's cross may have been old but rare Irish flag. This theory has been supported by the choice of maps, seals and pictures showing Saltire flag was used in Ireland at various times during the 17th and 18th centuries.
        2). from the Duke of Lenster theory states that the Duke of Lenster arm, the highest ranking member of the aristocracy of Ireland, is the white red Saltire on the field, and Duke is one of the founders of the Order of St. Patrick.
        3). from the St. Patrick's-day badge dintakan theory that Saint Patrick's Cross in the greatness of the order may have been inspired by this popular badge. In the example of the badge is still alive come in many colors and they are always used upright - as equal-armed crosses rather than as saltires.
        http://www.crwflags.com/fotw/flags/ie-stpat.html
        Saint Patrick (Latin: Patricius [2], Irish: Naomh Pádraig) was a Christian missionary and is the patron saint of Ireland along with Brigid of Kildare and Kolumba. Patrick was born in Roman Britain. When usinya about 16 years, he was arrested by Irish robbers and brought as slaves to Ireland. There he stayed for six years, then fled and returned to his family. He entered the church, as well as his father and grandfather before, became a deacon and the bishop. 28santo% http://id.wikipedia.org/wiki/Patrick_% 29

   c). The name is called cross-St. George comes from the history that St George was promoted by the establishment of St. George's Chapel in Windsor. It was not until 1415 that the celebration of St George has been appointed to the position of "double major feast" and ordered to be observed throughout the province of the Archbishop of Canterbury with as much solemnity as Christmas Day. St George's cross did not achieve any status as a national flag until the 16th century, when all other saints' banners abandoned during the Reformation. The earliest record of St George's flag on the sea, as the British flag in connection with royal banners but no other holy flag, was 1545.
       http://www.crwflags.com/FOTW/flags/gb-eng.html
       St George is patron saint of England and among the most famous of Christian figures. But from the man himself, nothing is clearly known. The earliest source, Eusebius of Caesarea, writing c. 322, tells of a warrior nobleman who was sentenced to death under Diocletian at Nicomedia on 23 April, 303, but did not mention his name, country or place of burial. http://www.britannia.com/history/stgeorge.html

3. Why it was only Northern Ireland join in England?

Northern Ireland joined in England because of Northern Ireland society want freedom in choosing a right decision or should not be interference from foreign influences. In addition, the Northern Ireland assembly government wants to consist of nationalist parties. In the history of the conflict was started due to dispute over the status of Northern Ireland in the United Kingdom and nationalist discrimination against minorities by the majority of the members of the dominant union. [citation needed] is marked by violent armed paramilitary groups of the campaign, including the IRA campaign of 1969 -1997 While aimed at the end of British rule in Northern Ireland and the creation of a new "all-Ireland", "thirty-two counties" of Ireland, and the Ulster Volunteer Force, which was formed in 1966 in response to a perceived erosion of both the British character and union domination of Northern Ireland. The British government's point of view is that the army neutral in the conflict, trying to uphold law and order in Northern Ireland and Northern Ireland the people's right to self-determination democracy. Irish republicans regarded the state forces as "combatants" in the conflict, allegations of collusion between state forces and loyalist paramilitaries as proof of this. As a consequence of the deteriorating security situation, the autonomous regional government for Northern Ireland in 1972 suspended. Along with the violence, there is the political impasse between the political parties in Northern Ireland primary, including those who condemned violence, over the future status of Northern Ireland and the form of government had to be in Northern Ireland. In 1973, Northern Ireland hold a referendum to determine whether it should remain in the United Kingdom, or become part of a united Ireland. Then the problem is taken in the peace process including the ceasefire declaration by the majority of paramilitary organizations and the complete decommissioning of their weapons, police reform, and the corresponding withdrawal of troops from the streets and from sensitive border areas like South Armagh and Fermanagh, as signatories agreed to by the Belfast Agreement (commonly known as the "Good Friday Agreement"). This reaffirms the long-held British position, which has not been fully recognized by the Irish government in a row, that Northern Ireland will remain in the United Kingdom until a majority votes otherwise. And finally, at the same time, the British government acknowledged for the first time, as part of the candidate, the so-called "Irish dimension": the principle that the people of the island of Ireland as a whole have the right, without any external interference, to solve problems between North and South by mutual agreement. The last statement is the key to winning support for the agreement from nationalists and republicans.
http://en.wikipedia.org/wiki/Northern_Ireland

Keadaan yang tadinya senang, bersorak ria hilang diganti oleh kericuhan. Kericuhan itu disebabkan oleh pihak yang kalah dalam pertandingan sepak bola tidak kuasa menerima kekalahan begitu saja, melainkan ia iri terhadap pihak yang menang. Ia seakan-akan membuat alasan yang tidak logis seperti permainan sepak bola yang curang, dan lain sebagainya. Kericuahn ini memang sering terjadi bahkan telah menjadi budaya warga negara Indonesia. Para warga negara Indonesia. khususnya para pemuda Indonesia harus waspada terhadap kelompok kericuhan ini, jangan sampai terlibat maupun sengaja bergabung dengan kelompok ini.

Disini proses sosialisasi begitu penting karena melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1.    Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
2.    Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial

Dari penjelasan di atas mengenai sosialisasi bahwa proses sosialisasi begitu penting di dalam ruang lingkup sepak bola, antara pemain, wasit, para suporter, dan lain sebagainya. Mereka semua harus saling bersosialisasi dengan baik dan saling menjaga keharmonisan dari sosialisasi itu.

Saat ini negara Indonesia telah mendapat bencana yang membuat gempar seluruh warganya, termasuk juga pemerintahnya. Bencana ini bukanlah bencana alam seperti gempa bumi, gelombang tsunami, ataupun sejenis bencana lainnya. Akan tetapi, bencana disini adalah bencana politik yang merusak dan memberi kekacauan terhadap jalannya roda pemerintahan negara Indonesia. Bencana itu yakni mafia hukum dan mafia peradilan. Dari namanya saja, yakni kata "mafia" (yang berarti sindikat, kelompok kriminal) sudah tentu merupakan kejahatan. Kejahatan ini rupanya telah merajalela sampai kepada kawasan-kawasan terkecil sekalipun atau dari lapisan tingkat bawah sampai lapisan tingkat atas. Akibatnya, seluruh warga negara Indonesia resah akan hal ini dan berupaya mengadakan penuntasan atau pemberantasan terhadap dua mafia ini.

Mafia Hukum di sini lebih dimaksudkan pada proses pembentukan Undang-undang oleh Pembuat undang-undang yang lebih sarat dengan nuansa politis sempit yang lebih berorientasi pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Bahwa sekalipun dalam politik hukum di Indonesia nuansa politis dalam pembuatan UU dapat saja dibenarkan sebagai suatu ajaran dan keputusan politik yang menyangkut kebijakan publik, namun nuansa politis di sini tidak mengacu pada kepentingan sesaat yang sempit akan tetapi “politik hukum” yang bertujuan mengakomodir pada kepentingan kehidupan masyarakat luas dan berjangka panjang.

Sedang Mafia Peradilan di sini lebih dimaksudkan pada hukum dalam praktik yang ada di tangan para Penegak Hukum dimana secara implisit “hukum dan keadilan” telah berubah menjadi suatu komoditas yang dapat diperdagangkan.

Hukum dan keadilan menjadi barang mahal di negeri ini. Prinsip peradilan yang cepat, biaya ringan dan sederhana sulit untuk ditemukan dalam praktik peradilan. Di negeri ini Law Enforcement diibaratkan bagai menegakkan benang basah kata lain dari kata “sulit dan susah untuk diharapkan”.

Salah satunya yang mempersulit penegakan hukum di Indonesia adalah maraknya “budaya korupsi” di semua birokrasi dan stratifikasi sosial yang telah menjadikan penegakan hukum hanya sebatas retorika yang berisikan sloganitas dan pidato-pidato kosong.

Tapi agaknya para Penegak Hukum, Politisi, Pejabat dan Tokoh-Tokoh tertentu dalam masyarakat kita tidak akan punya waktu dan ruang hati untuk dapat mengubris segala bentuk sindiran yang mempersoalkan eksistensi pekerjaan dan tanggungjawab publiknya, jika sindiran itu bakal mengurangi rejekinya. Buruknya proses pembuatan undang-undang dan proses penegakan hukum yang telah melahirkan stigmatisasi mafia hukum dan mafia peradilan di Indonesia, yang kalau kita telusuri keberadaannya ternyata mengakar pada kebudayaan mentalitas kita sebagai suatu bangsa.

Sehingga apa yang disebut dengan mafia hukum dan mafia peradilan eksistensinya cenderung abadi karena ia telah menjadi virus mentalitas yang membudaya dalam proses penegakan hukum di negeri ini. Sehingga berbicara tentang Law Enforcement di Indonesia tidaklah bisa dengan hanya memecat para Hakim, memecat para Jaksa dan memecat para Polisi yang korup, akan tetapi perbaikan tersebut haruslah dimulai dengan pembangunan pendidikan dengan pendekatan pembangunan kebudayaan mentalitas kita sebagai suatu bangsa dan membangun moral force serta etika kebangsaan yang kuat berlandaskan pada Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upaya demi upaya telah dilakukan demi terciptanya kedamaian di lingkungan negara Indonesia. Namun upaya untuk menempatkan hukum menjadi panglima di negeri ini diperlukan juga adanya polical will dari para elite politik dan gerakan moral dari seluruh anak bangsa yang perduli akan nasib bangsa ini, serta membrantas politikus busuk yang lagi sibuk merebut kekuasaan !



Sumber : http://www.kantorhukum-lhs.com/details_artikel_hukum.php?id=6

"Learning without thought is useless, while thinking without learning is dangerous".